Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari Sambil Salto dan Menari

pikiran-rakyat | Jumat lalu pukul 10.54

news

Kita mengenal Hari Pendidikan dan Hari Guru yang diperingati secara nasional. 25 November adalah Hari Guru. Guru bisa diibaratkan nakhoda yang memegang kendali ke mana pendidikan diarahkan.

Lembaga pendidikan, beserta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya, memegang peran strategis karena akan membangun strategi pembangunan bangsa selanjutnya.

Pendidikan bukan sebatas melahirkan manusia-manusia cerdas berkaitan dengan penguasaan pengetahuan. Hal yang terkandung di dalamnya juga adalah nilai-nilai moralitas serta pemahaman tentang etika.

Persoalan ini sering menimbulkan pertanyaan dan perdebatan, terutama berkaitan dengan perkembangan zaman yang tidak akan terlepas dari pengaruh global.

Dalam sejarahnyaa, peran guru selalu erat kaitannya dengan pemahaman tentang makna kemerdekaan dan kedaulatan.

Organisasi guru misalnya, sudah terbentuk jauh sebelum kita merdeka. Begitu proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, guru dengan sigap menyelenggarakan kongres sebagai upaya menyepakati pemahaman tentang peran pendidikan, khususnya bagi bangsa yang baru saja merdeka.

Ketika itu baru sedikit warga bangsa ini yang mampu membaca dan menulis. Itulah sebabnya salah satu program utama pemerintah adalah pemberantasan buta huruf. Program tersebut berjalan baik, hasilnya segera dapat dinikmati.

Pada masa itu, komersialisasi pendidikan belum kita kenal. Masalah komersialisasi pendidikanlah yang sedang kita hadapi belakangan ini.

Untuk memasuki jenjang pendidikan tertentu, diperlukan berbagai persyaratan yang bagi sebagian warga menyulitkan. Beriringan dengan itu, kita juga prihatin karena kualitas pendidikan belum seimbang dengan biayanya.

Baca Lebih lengkap di pikiran-rakyat