Dua Pelajar Penendang Seorang Nenek di Tapanuli Selatan Ditetapkan Tersangka, Terancam 3 Bulan Penjara

pikiran-rakyat | 24/11/2022

news

Kasus penganiayaan oleh sekelompok pelajar kepada seorang wanita paruh baya di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara memasuki tahap penyidikan dengan menetapkan dua orang tersangka.

Kedua tersangka itu adalah ZA dan IH, pelajar yang menendang seorang nenek di pinggir jalan dan perekam video yang sebelumnya viral di media sosial. Keduanya merupakan warga Kapubaten Tapsel.

Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni, mengatakan, namun demikian kedua pelajar itu tidak dilakukan penahanan meski sudah ditetapkan tersangka. Karena menurutnya, perilaku yang dilakukan keduanya masuk tindak pidana ringan (Tipiring).

Kapolres mengungkapkan kedua pelajar tersebut disangkakan pasal Pasal 352 dalam hal penganiayaan ringan (Tipiring) dengan ancaman hukuman tiga bulan kurungan penjara.

Baca Juga: Soal Pelajar Tendang Seorang Nenek di Tapanuli Selatan, Ridwan Kamil: Perlu Dipidana Apa Dibina?

"Pemeriksaan terhadap kedua pelajar itu dilakukan petugas pada hari Selasa 22 November dan langsung ditetapkan sebagai tersangka," ucap Imam Zamroni, dalam keterangan tertulis, Kamis.

"Kedua tersangka tidak dilakukan penahanan sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak," katanya menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Imam mengungkapkan berdasarkan hasil visum dari RSUD Padang, tidak ditemukan luka lecet atau memar pada nenek yang menjadi korban penganiayaan.

Sebelumnya, dalam kasus tersebut, Polres Tapanuli Selatan menangkap lima pelajar pelaku penganiayaan terhadap seorang nenek. Kelimanya adalah IH, ZA, VH, AR dan RM.

Baca Lebih lengkap di pikiran-rakyat